Seram !! Semasa Hujan Renyai2 Aku Sakit Mahu Bersalin ,, Tiba2 Datang Seorang Nenek Yang Tidak Ku Kenali Datang Untuk Membantu Proses Melahirkan … Rupanya Dia Adalah …Bayiku…

Orang asing ini hanyalah seorang nenek tua, wajahnya yang penuh dengan kerutan, baju yang basah, berjalan sempoyongan, mengetuk pintu,”Nyonya, bolehkah aku berteduh di sini?”

 

 

Nyonya Adele lihat dia sudah tua dan pincang dengan sebelah lututnya yang mungkin bermasalah, langsung saja mempersilahkan dia duduk dan mengeringkannya dengan handuk seadanya. Saat bertanya identitasnya, ternyata nenek tua ini orang pegunungan dan tersesat di jalanan sehingga semakin berjalan semakin jauh!

 

 

“Nenek lapar gak? Rumahku ada sisa sayur, nenek boleh makan kalau mau nek!”, sapa Adele sambil tersenyum.

Namun sang nenek menjawab dia tidak lapar, sampai Adel sendiri mempersiapkan sedikit makanan untuk dia ngemil sedikit. Nenek tua tiba – tiba bertanya,”Nyonya, aku lihat perutmu besar sekali, sudah mau melahirkan ya?”

Adele baru saja menikah dan sedang mengandung anak pertamanya. Dia mengelus – elus perutnya,”Iya nek, sebentar lagi akan masuk ke bulan melahirkan.”

“Bentar lagi, bentar lagi…”, kata sang nenek sambil tertawa. Mereka berbincang – bincang, membagikan pengalaman demi pengalaman di suasana hujan yang besar yang semakin lama semakin membesar. Adele merasa nenek tua ini khawatir, jadi berinisiatif,”Hujannya sepertinya gak bakal berhenti sih bu, gimana kalau malam ini nenek nginap di sini?”

Nenek merasa gak enakkan, tetapi terus dipaksa oleh Adele dan suaminya yang pas pulang dengan basah. “Nek, meskipun ranjang & kamar ini sudah tua, tetapi kamar ini pernah dipakai oleh orangtuaku. Mereka sudah lama meninggal dunia, jadi kamar ini bisa nenek pakai untuk malam ini”, kata suaminya Adele selagi merapikan kamar dan menyusun bantal dan ranjang.

“Orangtua kalian begitu cepat meninggal, pasti tidak mudah untuk kalian berdua yang masih muda. Ngomong – ngomong, kamu sering ke gunung potong kayu? Aku pernah melihatmu!”, kata nenek.

David, suaminya Adele, belum sempat menjawab, tiba – tiba dengar Adele menjerit dari luar kamar! Bergegas dia keluar, dia melihat Adele terduduk di lantai sambil mengerang,”Pa, perutku sakit, sepertinya sudah mau melahirkan!”

 

 

“Kamu tahan, aku akan panggilkan bidan datang, kamu tahan ya!”, kelihatan David gegabah.

Sang nenek entah kapan tiba – tiba datang menghampiri dan berkata,”Di luar hujan begitu lebat, jalanan saja gak kelihatan, gak sempat lagi, kamu ke dapur panaskan dua panci air panas, aku akan bantu proses persalinannya!”

David sempat ragu, tapi sang nenek langsung membentaknya,”CEPATAN BUAT! NUNGGU APA LAGI!?”

Nenek tua itu langsung mempompong Adele ke ranjangnya dan menenangkan dia agar tidak gegabah. Dengan cepat dan tanpa ragu, sang Nenek membantunya dan memberikan instruksi dan beberapa jam kemudian, anak mereka lahir dengan suara isak tangis yang sangat keras dan ibunya yang masih bernafas istirahat di ranjang tidur mereka.

Kedua pasutri ini melepaskan nafas kelegaan, sangat berterimakasih kepada nenek tua ini. Ketika mereka mau mengucapkan terima kasih, nenek tua ini sudah hilang! Mereka cari kemana – mana, tetapi saja tidak ada! Pintu utama terbuka, mungkin nenek itu diam – diam pulang. Waktu itu cuaca di luar sudah terang, hujan pun sudah tergantikan dengan pelangi yang menghiasi suasana langit biru.

Hal ini aneh banget bagi David dan istrinya, nenek yang sudah pincang itu, bisa pergi begitu cepat! Dia melihat ada sebuah kain yang penuh darah di lantai dekat pintu, dia merasa sepertinya pernah melihatnya dimana, tapi dia lupa! Sampai pada malam itu, David mimpi aneh.

Di mimpinya, ada seekor rubah yang tersenyum dengannya, bahkan bisa berkata – kata,”Kamu lihat kain berdarah itu, ingat sesuatu gak? Akulah rubah kecil yang kamu tolong 3 tahun lalu. Waktu itu kakiku terjebak oleh jebakan yang dibuat manusia. Kamu datang dengan membawa kayu dan melepaskanku. Namun karena aku berdarah hebat, kamu menutup lukaku dengan potongan bajumu dan aku pun selamat! Hari itu hujan lebat, aku tahu istrimu akan melahirkan di hari itu, karena itulah aku datang untuk membantu istrimu…”

David sadar dari mimpinya itu, dia cari secarik kain itu, dan benar! Kain itu sama persis dengan mimpinya, dengan kain yang diberikannya kepada sang rubah 3 tahun lalu.

 

 

Kisah ini mengajarkan kepada kita, tidak perduli apakah makhluk hidup lain itu benar – benar memiliki jiwa atau tidak, Tuhan menciptakannya pasti ada maksud dan tujuannya. Berbuat baiklah terhadap semua makhluk hidup, dan Tuhan akan mendatangkan berkah yang spesial hanya untukmu di waktu yang tak pernah kamu duga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *